Belajar dan Berbagi Ilmu,Informasi,Software,Mp3,Picture,Dll

 

Kumpulan Cerita dan Kisah Muammar Khadafi


Akhir Kisah Khadafi
Muammar Khadafi tutup lakon. Pria kharismatik yang berpuluh tahun memimpin Libya akhirnya tewas ditembak mati, Kamis (20/10) malam waktu Indonesia, oleh rakyatnya sendiri yang belakangan memberontak. Ironis.

Khadafi berkuasa sejak 1969. Sedari awal, ini pula yang membuat namanya lama dieluk-elukkan, Khadafi mendeklarasikan diri sebagai pemimpin anti-Amerika Serikat. Dan, selama itu pula lelaki kelahiran 7 Juni 1942 itu menjadi target pembunuhan tentara AS.

Khadafi "menggenggam" Libya pada 1969. Syahdan, ketika masih berpangkat kapten, dia memimpin satu kelompok kecil perwira menengah militer berhasil mengkudeta kepemimpinan Raja Idris. Dia lantas memproklamasikan bentuk negara dari kerajaan menjadi republik.

Sukses ini membawa Khadafi muda naik ke tampuk kekuasaan. Pada 1970, Khadafi didaulat menjadi Perdana Menteri pertama Republik Libya. Pangkatnya naik jadi Kolonel, dan terus disandangnya sampai ajal menjemput.

Selama memimpin Libya, Khadafi muda terbilang radikan. Dia lantang mengobarkan Libya yang anti-Barat dan lebih memilih mengibarkan sosialisme Islam.

Tujuh tahun sejak kali pertama berkuasa, Khadafi memproklamasikan sistem pemerintahan baru Libya, dari republik menjadi jamahiriya, semacam pemerintahan langsung oleh rakyat. Kekuasaan tertinggi Libya beralih ke tangan kongres dimana Khadafi sebagai Sekretaris Jenderal-nya.

Khadafi mendukung penuh gagasan Gamal Abdul Nasher--tokoh yang dikaguminya--untuk membentuk PAN Islamisme. Tak heran pula, setelah Nasher mangkat pada 28 September 1970, Khadafi kembali memproklamasikan Federasi Republik Arab yang menjadi cikal-bakal PAN Arab. Tapi upayanya kandas.

Selama berkuasa, Khadafi mendukung perjuangan rakyat Palestina melawan Israel yang didukung AS. Tak heran pula bila kemudian AS menudingnya sebagai pemimpin pendukung terorisme internasional. Khadafi dianggap terlibat gerakan Black September Movement. Gerakan ini gemar menebar teror, termasuk di Berlin, Jerman, yang menewaskan tiga orang dan melukai 200 orang lainnya. Korban dominan warga AS.

AS murka. Puncak kemarahan AS terjadi pada 15 April 1986 saat tentara AS menyerang Tripoli dan Benghazi. Serangan ini menewaskan 45 tentara Libya dan 15 warga sipil, termasuk di antaranya putri Khadafi, Hannah.

Hubungan Libya dan AS agak harmonis saat Khadafi mengibarkan bendera perang melawan Alqaeda, menyusul peristiwa 11 September 2001. Khadafi pun membuka diri dan menerima tim inspeksi internasional memantau persenjataannya. Lalu, pada 15 Mei 2006, Departemen Pertahanan AS mengumumkan segera memperbaiki hubungan dengan Libya.

Tapi, seiring munculnya gerakan pro-demokrasi di Libya, diam-diam AS mendukung para pemberontak. Setelah sekitar enam bulan melawan, tentutnya dengan bantuan AS dan NATO, pasukan pemberontak berhasil merebut kekuasaan Khadafi.

Bukan Khadafi kalau menyerah. Meski sudah goyah, Khadafi terus mengobarkan semangat agar para pendukung setianya terus melawan. Sampai titik darah penghabisan. Itu benar adanya, dan kisah Khadafi ditutup setelah sang lakon ditembak mati di Sirte, semalam. (metrotvnews)



Detik-detik Tewasnya Muammar Khadafi

Spekulasi yang menyatakan Muammar Khadafi lari keluar negeri, terbukti omong kosong. Mantan penguasa Libya itu membuktikan ucapannya: tak akan menyerah dan memilih mati di tanah airnya sendiri.

Penyerbuan tentara Transisi Nasional Libya (NTC) yang didukung NATO di kota kelahirannya, Sirte, mengakhiri hidup Khadafi. Rekaman video dan keterangan saksi mata mengungkap kisah dramatis akhir hidup sang Singa Afrika.

Berikut tiga bagian kronologi tewasnya Khadafi:

Serangan udara

Sesaat sebelum salat subuh, Kamis 20 Oktober 2011 waktu Libya, Khadafi dikelilingi beberapa lusin pengawal setianya, termasuk komandan angkatan bersenjatanya, Abu Bakar Jabr Younus, pergi ke luar Sirte.

Khadafi menuju wilayah barat. Dia dikawal konvoi 15 truk bersenjata. Namun, ia tak sampai pergi jauh. NATO mengatakan, salah satu pesawatnya memergoki dan menyerang konvoi itu sekitar pukul 08.30 waktu setempat.

Gerald Longuet, Menteri Pertahanan Prancis, belakangan mengkonfirmasi, serangan udara yang menyebabkan 15 truk hancur lebur dan menewaskan 50 pengikut loyal Khadafi itu dilakukan oleh angkatan udara Prancis.

Namun, serangan tersebut tak menewaskan Khadafi. Bersama segelintir anak buahnya, ia menyelamatkan diri dan terlihat berlari di antara pepohonan menuju jalan utama. Khadafi lalu bersembunyi di dua pipa drainase besar.

Penangkapan Khadafi

Khadafi dan para pengawalnya mencoba melarikan diri dari kejaran tentara NTC. Namun, mereka berhasil dipergoki.

"Salah satu orang Khadafi keluar dari persembunyian sambil melambaikan senapannya dan berteriak menyerah. Namun, saat ia melihat wajahku, ia justru melepaskan tembakan," kata salah satu tentara NTC, Saleem Baker, kepada Reuters.

Diduga, Khadafi meminta mereka berhenti menembak. "Tuan saya di sini, tuan saya ada di sini. Muammar Khadafi ada di sini dan dia terluka," kata Bakeer menirukan ucapan seorang anak buah Khadafi.

Tentara NTC lalu masuk ke dalam pipa dan menyeret Khadafi keluar. Khadafi yang terluka hanya berkata lirih, "Ada apa? Ada apa? Apa yang terjadi?" Tentara NTC lalu membawa Khadafi ke mobil.

Saat tertangkap, kaki Khadafi tertembak, juga punggungnya. Menurut versi Bakeer dan tentara lain, penguasa Libya berusia 42 tahun itu tertembak oleh orangnya sendiri. "Salah satu pengawal Khadafi menembaknya di dada," kata Omran Jouma Shawan.

Video amatir yang diunggah ke YouTube menguatkan keterangan bahwa Khadafi ditangkap hidup-hidup. Dalam video, Khadafi yang berdarah-darah dan limbung dipapah dua tentara NTC. Sementara itu, tentara pemberontak lainnya berusaha memegang dia sambil berteriak, "Allahu Akbar". Semua pengawal Khadafi tewas.

Saat terakhir Khadafi

Setelah ditangkap, Khadafi ditempatkan di mobil yang lalu melaju ke Kota Misrata. Para saksi mata mengatakan, ia meninggal akibat luka-lukanya itu.

Meski demikian, Perdana Menteri Libya sementara, Mahmoud Jibril, dalam konperensi pers mengatakan luka Khadafi tidak parah saat dibaringkan di dalam mobil. Namun, ia tewas terbunuh saat baku tembak kembali pecah.

"Khadafi dibawa dari pipa drainase, ia tidak melawan. Saat itu ia telah tertembak di bagian lengan kanan. Tak ada luka lain di tubuhnya."

Saat mobil bergerak, ia terjebak dalam baku tembak antara tentara revolusioner dan loyalis Khadafi dan tertembak di bagian kepala. "Dokter forensik tak bisa mengungkap, apakah peluru berasal dari tentara revolusioner atau tentara Khadafi."

Jibril mengatakan, Khadafi tewas beberapa menit sebelum mencapai rumah sakit.

Video amatir lain yang diduga diambil seorang pejuang NTC menunjukkan tubuh Khadafi yang sudah tak bernyawa diseret dan dibaringkan di lantai. Para pejuang kelompok pemberontak yang melihatnya, bersorak-sorai.

Mayatnya kemudian dimuat ke truk dan dibawa ke sebuah lokasi yang dirahasiakan. "Kami membawa tubuh Khadafi ke tempat rahasia demi alasan keamanan," kata Mohamed Abdel Kafi, seorang pejabat NTC di kota Misrata.(vivanews)


Khadafi: Dicintai Afrika, Dibenci Arab
Pemimpin Libya Moammar Khadafi, tewas ditembak di kampung halamannya, Sirte, kemarin. Kematian Khadafi diumumkan Perdana Menteri transisi Libya Mahmoud Jibril.

Tragis. Sebab, selama 42 tahun Khadafi begitu berkuasa, terutama di kawasan Afrika. Sejumlah pemimpin Afrika pun menyandangkan sejumlah gelar nama kepada Khadafi. Antara lain: "Pemimpin dalam persaudaraan" dan "Raja dari raja-raja Afrika".

Peran Libya di Afrika selama pemerintahan Khadafi memang cukup dominan. Dengan kekayaan yang diperolehnya dari minyak, Khadafi ikut membantu pembangunan sejumlah negara Afrika. Tak terhitung berapa miliar dollar dikeluarkan Khadafi untuk pembangunan jalan, masjid, bahkan hotel di negara Afrika, yang dianggap sekutunya.

"Khadafi memang dikenal sering mengeluarkan banyak uang. Di manapun dia berpikir bisa membeli persahabatan, uang itu akan dikeluarkan dari kocek Khadafi," kata Richard Dowden, Direktur Eksekutif Royal African Society, lembaga berbasis di London yang aktif dalam hal pembangunan Afrika.

"Investasi Khadafi menghasilkan loyalitas kepadanya. Ini sangat Afrika: 'Dia bantu kita, ayo kita bantu dia," lanjut Dowden.

Di Niger, negara yang menyembunyikan anak Khadafi, Saadi, peran Libya terlihat jelas. Pemerintah Libya pernah membangun masjid besar di ibukota Niamey. Sebuah hadiah untuk negara muslim yang kekurangan tempat ibadah.

Di Mali, Khadafi ikut membantu pembangunan konstruksi dan mendirikan masjid terkenal di ibukota Bamako. Khadafi juga sering menghibahkan uang untuk Chad dan Burkina Faso.

"Siapapun yang membangun infrastruktur, menyediakan produk murah, dan meminjamkan uang untuk mendukung pemerintahan, maka akan selalu memiliki pengaruh di negara-negara Afrika," ucap Ayo Johnsin, Direktur Viewpoint Africa, organisasi yang selama ini memberikan informasi mengenai Afrika terhadap media internasional.

"Sejumlah pemimpin Afrika berpikir, kalau tidak mendukung Khadafi sekarang, bisa jadi akan digulingkan (oleh oposisi mereka yang akan dibiayai Khadafi). Langkah ini menjamin adanya perlindungan," ucap Johnson.

Namun, sering pula dukungan Khadafi diberikan kepada diktator brutal, yang kemudian menghasilkan pertumpahan darah di sejumlah negara. Antara lain saat Khadafi memberikan dukungan kepada Charles Taylor, yang kemudian menghasilkan pertumpahan darah di Liberia.

Khadafi pun dikenal sebagai salah satu pencetus "United States of Africa", suatu bentuk impian akan bersatunya negara-negara Afrika. Dengan ini, Khadafi berharap akan bersatunya Afrika yang menggunakan satu paspor, bersatunya militer, dan penggunaan satu mata uang. Ide ini dicetuskan Khadafi saat Libya menjadi Ketua Uni Afrika tahun 2009.

Faktor Khadafi yang berani melawan Amerika Serikat dan dunia barat, membuat pengaruh Khadafi begitu besar. "Khadafi, juga Mugabe (Presiden Zimbabwe Robert Mugabe), berani melawan Barat. Siapapun yang berani bersuara, maka akan mendapat pengaruh," ujar Ayo Johnson.

Khadafi juga pernah bersuara dan mencetuskan ide persatuan negara Arab. Tapi ide Khadafi ini dimentahkan. Ini juga yang membuat Khadafi beberapa kali menyerang Raja Arab Saudi dalam forum internasional.

"Kalian didirikan oleh Inggris dan dilindungi oleh Amerika Serikat," ucap Khadafi yang menunjukan serangannya kepada Raja Arab Saudi, Abdullah, dalam pertemuan Arab Summit 2009 di Doha, Qatar.

Dalam acara yang sama tahun 2003, Khadafi juga pernah menyerang Raja Abdullah. "Anda telah membawa tentara Amerika untuk menduduki Irak," tuduh Khadafi.

"Dunia Arab tidak menyukainya. Dan Khadafi tak punya pilihan karena tak punya daya untuk memaksa," kata Abdul Raufu Mustapha, profesor bidang politik Afrika di Universitas Oxford.

Penolakan dari negara Arab ini juga yang membuat Khadafi beralih ke negara sub-sahara di Afrika. Tapi, ide Khadafi tentang persatuan Afrika sendiri memiliki hambatan besar. Sebab, banyak negara Afrika yang masih berjuang mengatasi masalahnya sendiri: dari kelaparan hingga konflik bersenjata.

Dengan kematian Khadafi, apakah akan ada pengaruh terhadap negara Afrika?

Khadafi memang memiliki sejumlah investasi besar di negara-negara miskin Afrika. Tentu tugas panjang bagi komunitas internasional untuk mengatasi kurangnya dana pembangunan di Afrika, yang menurut Bank Dunia mencapai US$31 miliar tiap tahun.(vivanews)


Akhir Tragis Khadafi, Khadafi Dikhianati Prajuritnya
Tentunya seluruh dunia ingin tahu bagaimana Moammar Khadafi dapat tertangkap dan kemudian terbunuh. Menurut seorang prajurit Dewan Transisi Nasional (NTC), Khadafi tertangkap karena dikhianati pasukannya sendiri.

Salem Bakeer seorang prajurit NTC mengatakan, saat mengetahui keberadaan pasukan Khadafi, mereka langsung melayangkan serangan dengan artileri. Tetapi hal tersebut tidak berpengaruh dan mereka pun melanjutkan serangan dengan langsung mendekati mereka.

"Seorang prajurit Khadafi keluar dan dan mengangkat senapannya ke udara dan berteriak menyerah. Namun saat dirinya melihat wajah saya, tiba-tiba saja dia menembaki saya," ungkap Bakeer seperti dikutip Reuters, Jumat (21/10/2011).

Dirinya mengira bahwa Khadafi menyuruh mereka berhenti. "Tuan saya disini, tuan saya disini," ucap Bakeer yang menceritakan perkataan prajurit Khadafi. "Moammar Khadafi ada disini dan dia terluka," jelas Bakeer mengulang pernyataan prajurit Khadafi.

Bakeer pun menjelaskan saat ditangkap, Khadafi memang sudah menderita lukan pada bagian kaki dan punggungnya. Pernyataan Bakeer ini juga diakui oleh beberapa prajurit NTC yang turut serta dalam penangkapan Khadafi.

Sementara seorang prajurit lainnya memastikan bahwa Khadafi tewas akibat lesakan peluru dari prajuritnya sendiri. "Seorang pengawal Khadafi menembaknya pada bagian dada," Omran Jouma Shawan.

Ada lagi keterangan lain yang menyebutkan Khadafi tersebut di sebuah rumah di Sirte setelah berjam-jam terlibat baku tembak. Abdel Majid Mlegta menceritakan bahwa Khadafi sempat mempertanyakan apa yang tengah terjadi.

"Ada apa? apa yang terjadi? apa yang kamu mau?" tutur Mlegta mengikuti perkataan Khadafi. Mlegta sendiri memastikan bahwa Khadafi memang melakukan perlawanan saat para prajurit NTC menangkapnya. Dirinya pun menyebutkan Khadafi tewas akibat kehilangan banyak darah saat dibawa melalui ambulans.

Sementara lewat sebuah rekaman video memperlihatkan bahwa Khadafi diseret oleh para prajurit NTC yang memukulinya. Disaat Khadafi tidak berdaya, prajurit yang sudah marah seperti menarik pelatuk ke arahnya. Pihak NTC pun kemudian memastikan Khadafi tewas karena luka yang dialaminya.(okezone)

Video Khadafi Tewas Tertembak

Comments :

0 komentar to “Kumpulan Cerita dan Kisah Muammar Khadafi”

Poskan Komentar

Sering Dibaca

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers