Belajar dan Berbagi Ilmu,Informasi,Software,Mp3,Picture,Dll

 

Steve Jobs ,Produk Gagal,Kematian,dan Penerusnya


Steve Jobs, sang maestro gadget telah meninggal dunia 5 Oktober 2011 ,Steve Jobs meninggal pada usia 56 tahun karena penyakit kanker pankreas.

Banyak yang mengenal bahwa Steve Jobs merupakan seorang visoner yang berhasil mengembangkan karya-karya mutakhir di bidang teknologi. Namun tak selamanya produk-produk tersebut sukses, karena setidaknya ada tujuh produk gagal yang pernah ditawarkan oleh Jobs.

Dalam merancang suatu produk, berkali-kali Steve Jobs mengajukan rancangan desain sebelum akhirnya produk tersebut dibuat Apple. Namun ada beberapa produk yang hasilnya tidak selalu baik dan terkesan gagal di pasaran.


Berikut adalah tujuh produk dari Jobs yang gagal baik secara komersial maupun fungsional, seperti yang dilansir The Washington Times, Kamis (6/10/2011) :

1. Apple III (1981) _ Penerus dari Apple II yang sangat populer memang dirancang sebagai perangkat yang fokus pada pengguna bisnis dan harganya terjangkau. Sayangnya, hardware ini tidak dapat diandalkan. Apple kehilangan pasar bisnisnya Setelah IBM muncul dengan memperkenalkan PC. Peluncurkan produk PC andalan IBM ini bersamaan dengan tahun peluncuran Apple III dan PC lebih berkembang pesat dibanding Apple III.

2. Lisa (1983), merupakan komputer yang diproduksi secara komersial pertama dengan menggunakan grafis interface yang menghabiskan biaya produksi sebesar USD9,995. Perangkat ini dengan cepat jatuh karena menganggap Macintosh lebih murah dibandingkan Lisa, yang diluncurkan setahun kemudian.

3. NeXT Computer (1989), usaha Jobs yang pertama setelah terpaksa keluar dari Apple saat itu membuatnya berkeinginan menciptakan komputer yang mampu memprediksi masa depan, tetapi perangkat yang diciptakannya yakni Next Computer melampaui harga jual dari Apple III dan Lisa, yang saat itu terlalu mahal untuk menangkap pengguna mainstream.

4. Puck Mouse (1998), salah satu produk baru dari iMac ini adalah produk utama pertama yang diciptakan setelah kembalinya Jobs ke Apple pada tahun 1996. Karena mouse ini berbentuk bulat dan kecil Ada beberapa pengguna yang tidak bisa menggunakannya karena sangat kecil, sehingga sulit digunakan.

5. Cube (2000), ini adalah komputer desktop kecil indah yang terbungkus dalam plastik bening berbentuk kubus. Perangkat rancangan Jobs ini memang memenangkan penghargaan desain, tapi mengalami kegagalan di toko-toko pengecer karena harga yang tinggi. Meskipun desain Apple ikonik, namun orang tidak bersedia membayar dengan harga yang tinggi. Akhirnya ide Cube dibawa ke generasi Mac selanjutnya yakni Mac Mini.

6. iTunes phone (2005), iPhone bukanlah usaha pertama Apple di bisnis ponsel. Saat itu Apple membentuk kemitraan dengan Motorola Inc untuk meluncurkan ROKR pada akhir 2005. Sebagai ponsel, ROKR memang kurang menarik, tapi sebagai pemutar musik itu hampir mirip dengan iPod. Perbedaannya ponsel ini hanya bisa menyimpan 100 lagu dan proses mentransfer lagu dari komputer terkesan lambat. Hal lain yang juga dikritik karena tidak memungkinkan pengguna untuk mengunduh musik melalui jaringan seluler. Batasan ini juga terjadi pada iPhone pertama.

7. Apple TV (2007), terjunnya Apple ke ruang tamu merupakan upaya yang terkesan setengah hati. Jobs kemudian menyebut Apple TV ini hanya sebagai "hobi". Ternyata ini merupakan sebuah perangkat kotak kecil yang dihubungkan ke TV dan ke Mac di rumah. Perangkat ini merupakan sebuah remote kecil yang memungkinkan pemiliknya untuk memutar musik dan film dari PC ke TV. Itu merupakan perangkat yang tergolong mahal, dengan harga USD249.

Selain itu, penggunaan perangkat ini terkesan rumit untuk mengatur dan menggunakannya. Film yang dibeli dari iTunes memiliki resolusi rendah dan tampak buram ketika di lihat di HDTV.

Baru di tahun 2010, Apple memperkenalkan Apple TV yang jauh lebih baik dan lebih murah, serta dirancang untuk menghubungkannya langsung ke Internet.


Steve Jobs : Hidup itu terlalu singkat untuk disia-siakan



Ketika Steve Jobs didiagnosa oleh dokter bahwa ia terkena penyakit kanker pankreas, banyak goncangan yang terjadi dalam jiwanya. Hingga akhirnya ia tenang dan termotivasi kembali dalam menjalani hidup.

Semenjak diagnosa tersebut, motto 'hidup itu terlalu singkat untuk disia-siakan' dijunjung tinggi oleh Jobs, sehingga banyak dari tindakan hidupnya yang kental aura positif dan optimisme. Berikut adalah bagian akhir dari pidato Jobs di depan mahasiswa-mahasiswa Stanford University tahun 2005, yang banyak menyinggung tentang kematian:

Ketika saya berusia 17 tahun, saya membaca sebuah kutipan bertuliskan 'jika kamu hidup setiap hari seperti hari terakhirmu, maka hal yang dilakukan adalah hal-hal yang benar'. Kutipan tersebut sangat berkesan bagi saya. Semenjak itu saya selalu berkata pada diri saya: 'jika hari ini merupakan hari terakhir dalam hidup saya, maka hal apa yang akan saya lakukan hari ini?' Saya tahu bahwa ada sesuatu yang perlu diubah

Mengingat bahwa saya akan segera meninggal merupakan alat yang penting bagi saya untuk membuat pilihan-pilihan besar dalam hidup. Karena semua hal; entah itu harga diri, takut akan gagal, akan hilang di hadapan kematian. Dengan mengingat bahwa akan meninggal dunia merupakan cara terbaik bagi saya untuk menghindari jebakan-jebakan pemikiran. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hatimu sendiri.

Pada tahun 2004 saya didiagnosa terkena kanker. Saya di-scan pukul 7:30 pagi, dan tes tersebut dengan jelas menunjukkan sebuah tumor di pankreas saya. Saya sendiri tidak tahu apa itu pankreas. Dokter memberi tahu saya bahwa itu adalah jenis kanker yang tidak dapat disembuhkan, dan memberi tahu bahwa hidup saya ke depan bakal tak lebih dari tiga sampai enam bulan. Dokter saya menganjurkan agar segera ke rumah dan memberitahukan hal tersebut kepada keluarga.

Saya hidup dengan hasil diagnosis tersebut setiap harinya. Pada sorenya saya menjalani tes biopsy, ketika mereka memasukkan sebuah endoskop ke dalam tenggorokan dan perut saya, serta memasukkan jarum ke dalam pankreas saya. Mereka pun menemukan sel tumor di dalamnya. Saya sendiri tenang dalam menjalani tes tersebut. Pihak dokter menyatakan bahwa kanker tersebut merupakan jenis yang langka yang disembuhkan hanya melalui operasi. Saya pun dioperasi dan kini baik-baik saja.

Hal tersebut merupakan hal terdekat saya dalam menghadapi kematian, dan saya harap itu yang 'terdekat' untuk kurun waktu beberapa dekade ke depan.

Tak ada seorang pun yang ingin meninggal. Bahkan orang-orang yang ingin masuk surga juga tidak ingin mati untuk menuju ke sana. Namun kematian merupakan tujuan dari kita semua. Tidak ada yang bisa menghindari kematian, dan memang seharusnya seperti itu, karena kematian merupakan salah satu penciptaan terbaik dalam konsep Kehidupan. Hidup adalah sebuah agen perubahan: menghilangkan yang tua untuk memberi jalan untuk yang muda. Saat ini Anda muda, namun tidak lama kemudian Anda kan menjadu tua dan mati. Maaf sedikit dramatis, tapi hal itu memang benar.

Hidupmu itu sangat terbatas, jadi janganlah disia-siakan. Jangan terjebak dalam dogma. Jangan biarkan pendapat orang lain menenggelamkan pendapat pribadimu. Dan yang terpenting adalah miliki keberanian untuk mengikuti hati dan intuisimu, karena hal-hal tersebut seperti sudah mengetahui 'kamu itu akan jadi apa'.

Ketika saya muda, ada sebuah media bagus bernama The Whole Earth Catalog, yang merupakan 'kitab suci' untuk generasi saya. Media tersebut dibuat oleh Steward Brand yang memberinya sentuh puitis dalam penulisannya. Media itu hadir di tahun 60-an, jaman sebelum penerbitan hasil PC muncul. Semuanya masih terbuat dari mesin ketik, gunting dan kamera polaroid. The Whole Earth Catalog ibarat seperti Google dalam format cetak.

Stewart dan timnya mengeluarkan beberapa edisi The Whole Earth Catalog, hingga akhir mengeluarkan edisi terakhir pada pertengahan tahun 70-an. Sampul untuk edisi terakhir tersebut bergambar sebuah jalanan pedesaan yang kosong, di bawahnya pun ada tulisan 'Tetaplah lapar, tetaplah bodoh'. Itulah pesan terakhir di The Whole Earth Catalog. Kata-kata itulah yang selalu ada di benak saya. Kini anda sebagai lulusan baru akan memulai hal tersebut. Itulah yang saya harapkan kepada kalian.


Siapa Penerus Steve Jobs ?



Kepergian Steve Jobs untuk selamanya dari dunia teknologi tentu meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi orang-orang yang dekat dengan beliau. Timbul pertanyaan, 'Siapakah yang akan menjadi Steve Jobs berikutnya?

Seluruh penggemar Apple di seluruh dunia berkabung atas kepergian Jobs sang visioner teknologi. Bendera pun telah diturunkan menjadi setengah tiang oleh staf di 1 Infinite Loop di Cupertino. Tidak hanya itu seluruh karyawan Apple memasang foto Steve Jobs, di iPad mereka.

Memang, setelah kepergian Steve Jobs banyak hal yang mendorong wartawan dan analis untuk menanyakan apakah akan ada yang mampu menggantikan CEO populer dalam budaya teknologi global. Demikian seperti dikutip TG Daily, Jumat (7/10/2011).

Sebagai contoh, wartawan teknologi veteran, Tom Foremski menulis, Steve Jobs bukan hanya tentang keberuntungan, melainkan keberhasilan, konsisten dan harus dipertimbangkan sendiri oleh Silicon Valley.

"Sementara itu tidak mungkin bahwa Silicon Valley memiliki orang lain, selain Steve Jobs, kita memang sekarang memiliki beberapa pemimpin baru. Tapi di mana Larry Ellisons, Scott McNealys, Andy Groves dan Bill Gateses?," tanya Formeski secara retorik dalam sebuah artikel yang diposting di Silicon Valley Watcher.

"Tentu, kami saat ini memiliki Larry Page, Mark Zuckerberg, Max Levchin. Mungkin, waktu yang akan memberitahu seperti yang terjadi dengan Steve Jobs, tapi tampaknya kemungkinannya sangat kecil bagi pemimpin potensial untuk menonjol dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu," tambahnya.

Menurut Foremski, sebenarnya orang bisa terinspirasi dan termotivasi oleh individu, bukan dengan produk atau sesuatu yang tidak masuk akal.

"Sayangnya, kita tidak memiliki pemimpin generasi baru yang berani memadukan teknologi dan masyarakat, serta menghasilkan sesuatu yang benar-benar indah," lontarnya.

Walt Mossberg, seorang teman lama dari Jobs, setuju dengan hal tersebut.

"Steve adalah tokoh sejarah besar mulai dari Thomas Edison atau Henry Ford dan dia juga mengatur cetakan untuk banyak pemimpin perusahaan lainnya di banyak industri lain. Dia bersikeras pada kualitas produk yang tertinggi dan membangun sesuatu untuk menyenangkan, serta memberdayakan pengguna yang sebenarnya. Bukan hanya sebagai perantara seperti direksi perusahaan TI atau operator nirkabel. Dan dia juga bisa menjual," kenang Mossberg.


Berikut Perjalanan Hidup "Sang Maestro" Gadget Steve Jobs (via techno.okezone.com)



1955 Februari - Lahir di San Fransisco, California. Diadopsi oleh Paul dan Clara Jobs dan memiliki adik bernama Patty. Jobs tumbuh besar di California Utara dan dari kecil tertarik pada elektronik dan gadget, terlihat saat menghabiskan waktunya di garasi tetangganya yang bekerja di Hewlett-Packard, perusahaan manufaktur elektronik.

1972 - Lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Lalu melanjutkan kuliah di Reed College, Portland-Oregon. Namun dikeluarkan dua tahun kemudian.

1976 - Bekerja sama dengan Steve Wozniak dengan mendirikan perusahaan computer yang bernama “Apple”.  Mengeluarkan model pertama bernama “Apple I”, yang merupakan produk revolusioner dalam teknologi komputer pada saat itu, di mana komputer menjadi lebih kecil, harganya murah, intuitive, dan dapat dimiliki oleh setiap orang.

1977 - mengeluarkan “Apple II” dengan penjualan tahun pertama sebesar USD2,7 juta, dan berkembang menjadi USD200 juta selama tiga tahun. "Apple II" menciptakan pasar baru dalam dunia  personal computer (PC).

1980an - Mengeluarkan “Apple III”, namun mengalami kegagalan dan ditarik dari pasar karena masalah pemasaran dan teknikal. Selain itu pada tahun tersebut Apple menjadi perusahaan publik yang memiliki aset senilai USD1,2 miliar pada saat hari pertama perdagangan.

Awal 1983 - Meluncurkan “Lisa” yang menyasar kelompok masyarakat yang memiliki sedikit pengalaman tentang komputer. Tidak berjalan mulus, karena kalah bersaing dengan produk yang diluncurkan oleh IBM (International Business Machines). Pada tahun ini kehilangan setengah market share yang dikuasai oleh IBM

1984 - Apple meluncurkan “Macintosh” pertamanya.

1985 - Mengundurkan diri dari Apple dan membentuk perusahaan yang bernama NeXT yang berfokus pada pasar pendidikan.

1986 - Steve Jobs membeli perusahaan kecil bernama Pixar, bersama Edwin Catmull yang bergerak pada animasi komputer, dari pembuat film George Lucas sebesar USD10juta.

1991 - Steve jobs menikah dengan Laurene Powell dan memiliki 4 orang anak.

1995 - Pixar mengeluarkan film “ Toy Story”, lalu “Toy Story 2”, disusul “A Bug’s Life”,

1996 Desember - Apple membeli NeXT sebesar USD400 juta. Lalu Jobs kembali ke Apple sebagai konsultan CEO.

1997 - Jobs mengumumkan Apple menjual secara langsung komputer melalui internet dan telepon. Dalam sepekan situs tersebut menjadi situs dagang terbesar ketiga di Internet.

1997 - Jobs menjadi CEO sementara Apple menggantikan Gil Amelio.

1998 Mei - Apple memperkenalkan iMac yang mengutamakan penampilannya

1999 Juli - Apple mengeluarkan iBook

2000 Januari - Apple mengeluarkan strategi baru bisnis internet yang tergabung dalam grup Macintosh, aplikasi berbasis internet dan pada bulan yang sama Jobs menjadi CEO permanent di Apple.

2001 - Pertama kali diperkenalkan iPod yang mengawali alat pemutar media digital.

2004 - Didiagnosa dokter mengidap kanker pangkreas dan melakukan operasi mengangkat tumor pangkreas.

2006 - Pixar bergabung dengan Walt Disney.

2007 - iPhone pertama kali diperkenalkan dan dipasarkan, dan memiliki beberapa jenis dalam perkembangannya seperti iPhone 3G, 3GS, dan iPhone 4.

2010 - Apple memperkenalkan iPad yang berfungsi sebagai e-Book Reader, musik, film, internet dan beberapa aplikasi program yang dimiliki PC.

6 Juni 2011 - Memperkenalkan ICloud dalam pembukaan Worldwide Developers Conference di San Francisco.

25 agustus 2011 - Jobs menggundurkan diri dari Apple dan digantikan oleh Tim Cook, yang bergabung di Apple tahun 1999)

5 Oktober 2011 - Steve Jobs meninggal pada usia 56 tahun karena penyakit kanker pankreas.

Comments :

0 komentar to “Steve Jobs ,Produk Gagal,Kematian,dan Penerusnya”

Poskan Komentar

Sering Dibaca

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers