Belajar dan Berbagi Ilmu,Informasi,Software,Mp3,Picture,Dll

 

Berbagi Cerita dan Berita Tentang Yue-Yue (Tragedi Moralitas di China)


Cerita tentang YUE-YUE ini adalah cerita tentang anak kecil di China yang lepas dari pengawasan orang tuanya dan kemuadian bermain di jalan raya.YUE-YUE terlindas mobil sampai 2x dan yang paling mencengangkan adalah tidak ada yang berusaha menolongnya. 18 Orang tahu akan hal itu, sampai seorang pemulung sebagai orang ke 19 menolong YUE-YUE. Berikut kutipan berita tentang YUE-YUE dari berbagai sumber.

Setelah delapan hari berjuang, Wang Yue atau yang lebih dikenal sebagai Yue Yue, balita berusia dua tahun yang dua kali mengalami tabrak lari dan diabaikan orang lewat, akhirnya meninggal dunia kemarin.

Rumah Sakit Militer Guangzhou yang merawat balita itu menyatakan, semua usaha yang mereka lakukan tidak berhasil menyelamatkan nyawa Yue Yue. Kantor berita Xinhuamelaporkan, balita malang itu meninggal akibat gagal otak kemarin pagi. “Yue Yue meninggal akibat kegagalan organ sistemik,” papar juru bicara rumah sakit itu kepada AFP.


Dia menambahkan, tidak ada sepeser pun uang yang telah dibayarkan untuk usaha menyelamatkan gadis yang orang tuanya adalah pekerja migran ini. Sebelumnya, para dokter telah menyatakan bahwa Yue Yue, yang telah berada dalam kondisi koma sejak kecelakaan pada Kamis (13/10), sulit diselamatkan. Yue Yue dinyatakan mengalami mati otak setelah dua kali mengalami tabrak lari di Kota Foshan, Provinsi Guangdong, dan diabaikan 18 orang yang lewat. Kamera pengawas memperlihatkan balita itu ditabrak mobil van.


Sopirnya kabur dan meninggalkan gadis cilik itu berlumuran darah di tengah jalan sempit.Sekitar 18 orang yang lewat dalam 17 menit kemudian mengabaikan Yue Yue yang ketika tertabrak itu tengah naik sepeda. Balita malang itu kemudian ditabrak lagi sebuah truk. Kematian Yue Yue adalah salah satu topik terpopuler di Weibo–Twitterala China–di mana orang-orang mengungkapkan kesedihan dan kemarahan mereka atas insiden itu. “Selamat jalan,Yue Yue kecil.Tak ada mobil di surga,” tulis salah satu pengguna Weibo.

“Saya harap malaikat kecil yang dibuang masyarakat ini bisa bertindak sebagai pemanggil pentingnya pendidikan moral negara ini,” tulis seorang blogger, Gongzai Xiaoben, seperti dikutip Reuters. “Semoga kau menemukan cinta di surga.Dunia ini penuh keapatisan,” papar Winter Space. Banyak komentator berspekulasi bahwa kegagalan membantu Yue Yue dimotivasi oleh rasa takut dituding sebagai penyebab luka yang dialami balita itu setelah kasus pada 2006 di mana seorang pengendara mobil yang berhenti untuk menolong seorang wanita tua malah diadili di Nanjing.

Peng Yu, saat itu berusia 26 tahun, berhenti setelah melihat seorang wanita jatuh.Tapi, wanita tua itu malah menuduh Peng telah menabraknya dengan mobil dan pengadilan memerintahkan pria itu memberikan kompensasi sebesar 45.000 yuan. “Hakim di kasus Peng Yu telah menghancurkan kebaikan seluruh negara dan sulit dipulihkan,” papar seorang pengguna Weibo. Sebuah komentar di koran Global Times menyebutkan insiden itu telah mengekspos “sisi gelap”masyarakat China.

“Insiden Yue Yue ini mengingatkan kita bahwa China berdiri di atas tangga perkembangan moral,” tulis koran itu.Tapi, koran corong pemerintah itu menolak saran adanya undang-undang untuk menghukum orang yang tidak mau membantu korban. Seorang pejabat senior di Guangdong memaparkan, tragedi tersebut seharusnya menjadi alarm bagi masyarakat. “Kita harus melihat keburukan kita dengan belati kesadaran dan gigitan peluru pencari jiwa,”papar Wang Yang.(seputar-indonesia.)


Yue Yue Memberikan Pelajaran

http://dufix.wordpress.com/2011/10/22/yue-yue-memberikan-pelajaran/
Apa yang menimpa Yue Yue merupakan sebuah pelajaran bagi kita tentang fitrah kita sebagai makhluk sosial. Yue Yue, seorang bocah perempuan 2 tahun, ditabrak sebuah van pada hari kamis 13/10/2011, dilindas truk yang lain dan dibiarkan tergeletak di jalanan berlumuran darah sebelum dipindahkan ke pinggir jalan oleh seorang pemulung yang kemudian meminta bantuan orang lain. Total ada 18 belas orang lewat yang mengacuhkan Yue Yue, seperti yang terekam CCTV. Ada yang mengatakan bahwa ketidakpedulian ini disebabkan sebuah kasus lain di Cina dimana seorang pengemudi mobil yang ingin membantu seorang wanita yang terjatuh namun dituduh telah menabrak wanita itu. Ironis memang.

Apa yang terjadi pada Yue Yue mengingatkan saya pada sebuah buku yang ditulis Malcolm Gladwell, Tipping Point. Dia menceritakan tentang seorang pengelana yang dirampok dan dipukuli kemudian ditinggalkan dalam keadaan sekarat di pinggir jalan. Baik seorang imam dan seorang Levi (salah satu suku bangsa Israel yang menurut tradisi bertugas sebagai pelayan imam-mewakili kelompok orang-orang saleh dan terhormat-yang kemudian melewati tempat kejadian, alih-alih berhenti malahan sengaja menjauh dari situ. Sedankan satu-satunya orang yang menolong orang malang itu adalah orang Samaria – sebuah suku minoritas yang dianggap tidak bermartabat.

Sebuah contoh lain barangkali sering kita alami, yaitu saat kita sedang berjalan di lingkungan kita dan melihat ada sampah atau benda yang membuat orang lain celaka, atau saluran air mampet karena sampah. Kebanyakan dari kita cenderung tidak menyingkirkan benda-benda tersebut. Kita menganggap bahwa ada orang lain yang akan melakukannya.

Disinilah masalahnya, kita lebih mementingkan diri sendiri. Seperti sang imam dan Levi tadi yang mungkin sedang terburu-buru menghadiri sebuah peribadatan atau pelayanan Tuhan. Atau bisa menimpa pada diri kita yang sedang bergegas ke kantor dan berpikir ada orang lain yang akan menolong orang kecelakaan di pinggir jalan. Kita terlalu mengandalkan orang lain untuk mulai berbuat padahal bisa jadi orang lain pun mengandalkan yang lainnya. Jika demikian, dimana letak kepedulian sosial kita?

Rasulullah mengatakan, “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Namun kebanyakan dari kita hanya mengandalkan selemah-lemahnya iman. Sebenarnya apa yang dicontohkan Rasul dan sahabatnya adalah melakukan usaha maksimal dulu dan setelah itu berserah diri pada Allah.

Begitu pula dengan apa yang terjadi pada kondisi negara kita; pemerintah yang zalim, tidak adil dan mengutamakan kepentingan kelompoknya ketimbang rakyatnya seharusnya bisa kita peringatkan dengan tangan kita. Saya tegaskan bahwa kita punya kemampuan untuk mencegah dengan tangan kita! Kita mungkin tidak punya kuasa untuk memperingatkan, tapi tangan kita mampu menyebarkan informasi melalui internet dan sarana lain. Kita pun juga punya mukult untuk bersuara. Jadi, jangan sampai ketidak pedulian kita menjadikan bangsa ini runtuh.

Yue Yue sudah meninggal, tapi dia memberikan pelajaran bukan saja pada bangsa Cina, bahkan dunia tentang nurani dan kepedulian sosial.

Comments :

0 komentar to “Berbagi Cerita dan Berita Tentang Yue-Yue (Tragedi Moralitas di China)”

Poskan Komentar

Sering Dibaca

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers