Belajar dan Berbagi Ilmu,Informasi,Software,Mp3,Picture,Dll

 

Sebelum Ada Perusahaan, Warga Ketapang Hidup Aman

Sebelum Ada Perusahaan, Warga Ketapang Hidup Aman

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori

TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Ketua DPRD Ketapang, Gusti Kamboja mengatakan, persoalan perkebunan di Ketapang sangat kompleks. Padahal, pada zaman dulu sebelum ada perusahaan perkebunan, masyarakat Ketapang hidup aman.

Menurut Gusti, pola pendekatan yang dilakukan perusahaan karena masih belum menyentuh masyarakat. Masih banyak hak-hak masyarakat yang belum dapat dipenuhi perusahaan sehingga menimbulkan gejolak.

"Seharusnya sebelum melakukan penggusuran lahan, persoalan di lapangan harus benar-benar sudah clear terlebih dahulu, sehingga di hari kemudian tidak timbul persoalan baru," kata Gusti, Kamis (26/4/2012).

Gusti mengatakan hal ini terkait tuntutan ganti rugi lahan beserta tanaman dari warga Penjawaan, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang terhadap PT Sawit Mitra Abadi (SMA), perusahan perkebunan yang menggusur lahan warga.

Gusti mengharapkan agar persoalan tersebut tetap ditempuh dengan jalan musyawarah dan mufakat. Jangan sampai menempuh jalur hukum, sebab jalur hukum bukan segala-galanya untuk menyelesaikan konflik.

"Kalau menggunakan jalur hukum nanti justru akan menimbulkan persoalan baru, masyarakat yang kalah mungkin akan terluka, demikian juga dengan perusahaan, maka dari itu kami menyarankan agar penyelesaiannya bisa dilakukan pendekatan sosial budaya yang berlaku di masyarakat," tandasnya.

Comments :

0 komentar to “Sebelum Ada Perusahaan, Warga Ketapang Hidup Aman”

Poskan Komentar

Sering Dibaca

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers