Belajar dan Berbagi Ilmu,Informasi,Software,Mp3,Picture,Dll

 

Pakaian Anggota DPR "Minim", Gubernur Pun Tergiur

Gara-gara dianggap berpakaian kurang sopan anggota Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf bersitegang dengan Plh Gubernur Bengkulu,Junaidi Hamzah. Sang Gubernur merasa tidak nyaman atas cara berpakaian Nova.



Anggota Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf bisa membawa ke proses hukum menyusul insiden kecil yang terjadi saat pertemuan rombongan Komisi IX DPR dengan Plh Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamzah. Kala itu Junaidi bersitegang dan adu mulut dengan Nova lantaran dianggap pakaian Politisi Partai Demokrat itu kurang sopan.

"Bisa(dibawa ke hukum), ada korban ada saksi, Nova bisa menempuh jalur hukum mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat bertugas, apalagi dia tidak melanggar hukum. Protokol juga dilanggar, forum raker kok yang mimpin gubernur. Kalau dibiarin, bisa jadi preseden. Ironi reformasi, demokrasi dibajak patriarkhi,"ujar Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari kepada Tribunnews.com, Sabtu(5/11/2011).

Eva sendiri prihatin adanya peristiwa tersebut, menurutnya Plh Gubernur Bengkulu itu bersikap picik.

"Ada kecenderungan otda(otonomi daerah) memperkuat male chauvinisme, konstitusi enggak dipake rujukan. Pemerintahan dikelola berdasar kekuasaan, maunya penguasa setempat. Jika ketemu yang picik spt PLH Gubernur Bengkulu mampuslah. Rakyat tidak dicerdasskan oleh hal substansial dan dilayani hak dasarnya tapi malah diajak ke politik simbol-simbol yang sialnya memperkuat subordinasi perempuan. Demokrasi menjadi mundur karena ditunggangi feodalisme ala raja kecil," jelasnya.


Tidak hanya itu Eva juga menyayangkan kinerja Kementerian Dalam Negeri sehingga muncul perilaku seperti Plh Gubernur Bengkulu. "Saya menyesalkan kinerja Kemendagri yang sibuk urusan bintek-bintek melulu (bikin peraturan yang absurd, tumpang tindih dengan peraturan Depkeu soal pengelolaan keuangan daerah) sehingga lalai misi pembinaan untuk memperkuat NKRI melalui 4 pilar kebangsaan,"pungkasnya.

Untuk diketahui, sebuah insiden kecil terjadi saat rombongan anggota Komisi IX DPR melakukan kunjungan kerja ke Bengkulu. Salah satu anggota Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf bersitegang dan adu mulut. Plh Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamzah berdebat dengan Nova karena dianggap tidak mengikuti aturan di kantor Gubernur dengan memakai pakaian yang dianggap Junaidi kurang sopan.

Menurut Anggota Komisi IX DPR, Nur Suhud saat itu rombongan legislator yang membidangi kesehatan dan tenaga kerja ini mengkritik Pemda Bengkulu, dimana anggaran kesehatan mereka tidak sesuai Undang-undang kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 yang harus minimal 10% APBD.

"Nah APBD Rp 1,1 Trilyun untuk kesehatan hanya Rp 800 juta kita tanya dan kritik itu. Lalu soal penanganan kesehatan masyarakat pascabencana di Bengkulu,"ujar Nur Suhud kepada Tribunnews.com, Kamis(3/11/2011).

Tidak hanya itu kata Nur Suhud, Plh Gubernur Bengkulu juga disinggung mengenai kesiapan provinsi untuk menjalankan BPJS. "Ditanya kesiapan Bengkulu untuk BPJS, siap enggak,"jelasnya.

Akan tetapi lanjut Nur Suhud sikap aneh seolah menghindar dari pertanyaan anggota dewan dilakukan Junaidi. Bukannya menjawab kritikan, Junaidi justru mempersoalkan Nova Riyanti Yusuf yang saat itu berpakaian tidak sopan.

"Tiba-tiba Plh Gubernur Bengkulu ini menegur Nova, karena pakaiannya kurang sopan. Tapi menurut saya, pakaian Nova itu biasa saja, dia pakai blazer dalamannya terusan, lalu karena udara panas, blazernya dibuka, pokoknya biasa saja,"jelasnya.

Atas teguran itu Nova lantas kebingungan karena dirinya merasa tidak ada yang salah. "Mbak Nova celingak celinguk waktu ditanya,lalu terjadi adu mulut, mbak Nova merasa tidak ada yang salah," ujar Nur Suhud.

Buntut dari bersitegangnya Plh Gubernur Bengkulu dan anggota DPR tersebut, Komisi IX DPR berencana memanggil Junaidi dalam agenda rapat kerja. Pasalnya, Junaidi dianggap selalu menghindar saat ditanya dan tidak memberikan jawaban.

"Setelah insiden Nova,diskusi dan tanya jawab, tapi Plh Gubernur tidak menjawab, ia malah alasan ada agenda mendesak di luar. Karena sikap itu kita berencana akan memanggil Junaidi,"jelas Nur Suhud.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Tribunnews.com anggota Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf membenarkan adanya insiden ribut itu. Akan tetapi kata Nova ia tidak berpakaian seperti yang dituduhkan Plh Gubernur Bengkulu.

"Baju saya bukan kaos, baju saya adalah baju terusan dengan bahan bukan kaos. Panjang selutut dan dan berlengan,"tegas Nova.

Sekretaris Departemen Kesehatan DPP Partai Demokrat ini juga sangat kecewa, Plh Gubernur Bengkulu tersebut matanya jelalatan saat memandangi seorang wanita. "Dan menyedihkan sekali level Plh gubernur sempet-sempetnya jelalatan mandangin baju cewek," jelasnya.

Menyusul insiden tersebut, Nova kemudian memilih pulang terlebih dahulu ke Jakarta dibandingkan berada di Bengkulu.

Untuk diketahui, Junaidi Hamzah merupakan Gubernur sementara waktu menggantikan Agusrin Maryono Najamudin yang saat ini sedang menghadapi proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Berbagai kritikan mulai bermuculan terhadap kepimimpinan Junaidi. Salah satunya, dia dinilai arogan dalam menjalankan pemerintahan.

Mantan Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkulu tersebut dianggap bertangan besi karena memberlakukan beberapa aturan baru, salah satunya memaksa para PNS di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Bengkulu menggunakan atribut lengkap di kantor, seperti pangkat sesuai dengan golongan masing-masing.

Kebanyakan PNS menolak menggunakan pangkat tersebut, selain merasa direpotkan juga malu memperlihatkan pangkat mereka. Selain itu mengakibatkan adanya kesombongan dari PNS yang memiliki pangkat tinggi.

Comments :

0 komentar to “Pakaian Anggota DPR "Minim", Gubernur Pun Tergiur”

Poskan Komentar

Sering Dibaca

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers