Belajar dan Berbagi Ilmu,Informasi,Software,Mp3,Picture,Dll

 

Kim Jong-il, Dear Leader Korea Utara Meninggal Dunia

Pemimpin besar Korea Utara itu telah pergi. Kim Jong-il dinyatakan meninggal di usianya ke-69, pada Sabtu 17 Desember 2011.Kabar gangguan kesehatan pemimpin berjuluk "Dear Leader" ini sudah beredar sejak 2008. Ia diberitakan mengalami stroke. Namun Kim beberapa kali tampil melalui foto dan video yang memperlihatkan dia sehat.

Kim Jong-il dijuluki 'Dear Leader", Kim Jong-il mengambil alih pemerintahan Korea Utara pada 1994, saat ayah sekaligus pendiri negara komunis, Kim Il-sung "Sang Pemimpin Besar" mangkat.


Sosok Kim Jong Un yang nantinya akan segera menjadi Pemimpin Korea Utara (Korut) merupakan seorang pemalu yang menggemari olahraga ala Amerika, basket. Pria berusia 27 tahun ini juga sudah menjabat sebagai seorang jendral.

Selain rambutnya yang sudah menjadi model populer di kalangan kaula muda Korut, Jong Un dikabarkan sudah menjalani operasi plastik berkali-kali, agar wajahnya mirip dengan kakeknya yang merupakan pendiri negeri komunis Korut, Kim Il Sung.

Koran Korea Utara, Rodong Sinmun bahkan memberitakan, Kim Jong-il adalah ikon mode yang diakui seluruh dunia --dengan stelan unik khaki beresleting yang dipadukan dengan celana warna senad -- adalah gaya yang ditiru dunia. Ia juga dikatakan sangat dicintai dunia, seluruh planet merayakan kelahirannya dengan festival dan pemutaran film.


Koran Korea Utara, Minju Joson, juga melaporkan Kim adalah penemu makanan baru --namanya, roti dobel dengan daging di tengahnya, untuk meningkatkan kualitas makanan para mahasiswanya. Makanan yang sama dengan hamburger yang telah menyebar di dunia. Kendati fakta menunjukkan, kelaparan terjadi di negara itu.

Pemerintah Jepang menyampaikan belasungkawanya atas wafatnya Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Il, meski Negeri Sakura itu tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Korut.

"Kami mengutarakan belasungkawa kami setelah mendengar kabar kematian dari Ketua Komite Pertahanan Nasional Korut Kim Jong Il," ujar juru bicara Pemerintah Jepang Osamu Fujimura, seperti dikutip AFP, Senin (19/12/2011).

"Pemerintah Jepang berharap, peristiwa yang tak terduga ini tidak akan berdampak buruk terhadap stabilitas dan keamanan Semenanjung Korea," tambahnya.

Hubungan Jepang dan Korut tampak memburuk belakangan ini, terutama pada 2002 lalu di saat Korut mengakui perbuatannya yang menjadi dalang penculikan sejumlah warga Jepang. Penculikan itu digunakan untuk melatih para agen Korut bahasa dan kebudayaan Jepang.

Banyak warga Jepang yang pada saat itu diculik tidak kembali ke kampung halamannya. Penculikan itu juga semakin meningkatkan sentimen anti-Korut di kalangan masyarakat Jepang.

Saat berita kematian Kim Jong Il muncul, Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda juga menginstruksikan para menterinya untuk mengadakan rapat darurat untuk menghadapi beberapa masalah yang akan muncul seperti isu finansial dan perbatasan.

Selain mengutarakan belasungkawanya atas kematian Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Il, China juga tampak memberikan semangat terhadap warga Korut agar tetap bersatu dan memperkuat diri.

"Kami percaya, warga Korut sanggup mengubah kesedihannya menjadi sebuah kekuatan dan mempersatukan dirinya. China dan Korut akan berjuang bersama demi memberikan kontribusi positif dan menjaga keamanan serta stabilitas di Semenanjung Korea," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Ma Zhaoxu, seperti dikutip Xinhua, Senin (19/12/2011).

Kisah Kim Jong-il dan Korea Utara

1592
Invasi Jepang. Sebagian besar Korea berada di bawah kekuasaan Jepang, tapi pengaruh Cina masih terasa di berbagai kawasan.

1874
Perjanjian Kanghwa antara Cina dan Jepang. Perjanjian ini membuat Korea lepas dari isolasi dan dominasi Cina. Hubungan dagang dengan Jepang juga terbuka.

1894-1895
Perang Cina dan Jepang memperebutkan Korea. Jepang memenangi perang dan menjadikan Korea negara protektorat di bawah Jepang.

1910
Korea menjadi koloni Jepang.

1922
Partai Komunis Korea (KCP) berdiri, tapi beraktivitas di Uni Soviet sebagai tempat pengasingan.

16 Februari 1942
Kim Jong-il lahir. Catatan versi Uni Soviet menyebutkan Kim lahir pada 1941 di Siberia.

15 Agutus 1945
Hari kemerdekaan Korea Selatan.

9 September 1945
Negara Korea Utara yang sosialis resmi berdiri.

1948
Gagalnya perundingan reunifikasi. Korea dibagi dua di garis paralel 38 derajat menjadi Korea Utara di bawah "perlindungan" Uni Soviet dan Korea Selatan dengan Amerika Serikat.

9 September 1948
Proklamasi Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara). Kim Il-sung, Presiden KCP sejak 1945, menjadi pemimpin Korea Utara hingga 1994. Pada 1972, Kim menjadi Presiden.

25 JunI 1950
Kim Il-sung menginvasi ke Korea Selatan. Tiga hari kemudian tentara Uni Soviet yang membantu berhasil menaklukkan Seoul.

September 1950
Pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang didominasi oleh Amerika Serikat yang dipimpin Jenderal MacArthur, datang ke Korea Selatan untuk mengusir pasukan Korea Utara.

26 November 1950
Pasukan Cina ikut berperang membantu Korea Utara.

4 Januari 1950
Seoul kembali jatuh. Kali ini ke tangan Cina dan Korea Utara.

27 Juli 1953
Kesepakatan membentuk zona bebas militer sepanjang garis 38 derajat dan membentuk solusi penyelesaian perang secara permanen.

Agustus 1971
Palang Merah Korea Utara dan Selatan untuk pertama kalinya membicarakan penyelesaian masalah "korban-korban" Perang Korea. Seperti keluarga yang terpisah.

September 1981
Protes buruh di Chongjin, Korea Utara. Sebanyak 500 orang terbunuh akibat bentrok dengan tentara.

1983
Bom yang dipasang oleh agen intelijen Korea Utara meledak di Yangon, Myanmar, dan menewaskan 17 orang. Empat menteri Korea Selatan ikut tewas. Presiden Korea Utara Kim Il-sung diduga keras menjadi dalang peledakan.

20-23 September 1985
Reuni keluarga kedua Korea (30 warga Korea Utara dan 35 dari Selatan) untuk pertama kalinya di Pyongyang dan Seoul.

1988
Korea Utara setuju menjadi tuan rumah pendamping Olimpiade musim panas, tapi kemudian memboikot.

1990
Perundingan-perundingan untuk reunifikasi dimulai, tapi jalan di tempat saja.

1993
Pemerintah Kim menolak rencana kunjungan komisi penilik senjata nuklir PBB ke Korea Utara dan menolak menandatangani Non-Proliferation Treaty.

Juni 1994
Kim Il-sung meninggal dunia.

1997
Kim Jong-il menggantikan ayahnya, Kim Il-sung, sebagai pemimpin Korea Utara.

31 Agustus 1998
Korea Utara melakukan tes senjata nuklir jenis Taepodong--diperkirakan bisa mencapai pantai barat AS--ke arah Lautan Pasifik dan melintasi wilayah Jepang.

Mei 1999
Kim Jong-il mengizinkan pemeriksaan senjata nuklir sebagai ganti dari bantuan bahan makanan. Setidaknya 2,3 juta penduduk Korea Utara mati kelaparan.

Juni 1999
Perundingan damai Korea Utara dan Selatan di Beijing gagal.

Akhir Mei 2000
Kim Jong-il mengunjungi Beijing. Kunjungan itu yang pertama bagi pemimpin tertinggi Korea Utara ke luar negeri dalam 17 tahun terakhir.

13-15 Juni 2000
Pertemuan tingkat tinggi Kim Jong-il dengan Kim Dae-jung di Pyongyang.

30 Januari 2010
Sudah tiga hari berturut-turut pasukan Korea Utara menembakkan senjata arteleri ke arah Pulau Yeonpyeong milik Korea Selatan.

Februari 2010
Kantor berita Yonhap mengatakan Kim Jong-il berusaha keras untuk terlihat sehat dengan menghilangkan noda-noda hitam di wajahnya yang membuatnya sakit.

24 Maret 2010
Kim Jong-il dilaporkan menderita gagal ginjal kronis dan harus menjalani cuci darah. Selain itu dia juga dilaporkan menderita lumpuh di sebagian tubuhnya akibat stroke yang dideritanya pada 2008 lalu. Laporan tersebut dipaparkan Direktur Institut Strategi Keamanan Nasional Nam Sung Wook dari kantor berita Yonhap.

26 Maret 2010
Kapal perang Korea Selatan ditorpedo Korea Utara di wilayah perbatasan. Sebanyak 46 tentara Korea Selatan tewas.

20 Mei 2010
Penyelidik internasional berkesimpulan kapal Cheonon benar ditorpedo Korea Utara. Namun Pyongyang membantah.

29 September 2010
Kongres Partai Komunis Korea Utara menunjuk Kim Jong-un, putra bungsu Kim Jong-il, menjadi putra mahkota. Sekaligus mengangkat Kim Jong-un menjadi Jenderal Bintang Empat. Jung-Un dikabarkan baru berumur 27 tahun.

Selain Jung-Un, yang diangkat menjadi jenderal adalah Kim Kyong Hui, adik perempuan Jong-il, dan Choe Ryong Hae, pembantu terdekat keluarga Kim. Keduanya mempunya tugas penting, yakni penjaga dan pelaksana kepemimpinan kolektif Korea Utara bila Kim Jong-il meninggal dunia. Keduanya baru menyerahkan kepemimpinan kepada Jung-Un bila sudah dianggap mampu menjalankan kekuasaan.

9 Oktober 2010
Pemeritahan Kim Jong-il berhasil melakukan uji coba senjata nuklir bawah tanah. Uji coba nuklir langsung dikecam banyak negara, khususnya negara-negara di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, dan negara-negara Barat.

29 Oktober 2010
Angkatan Bersenjata Korea Selatan dan Korea Utara saling tembak di perbatasan

23 November 2010
Pasukan Korea Utara menembakkan artileri ke Pulau Yeonpyeong milik Korea Selatan dekat perbatasan kedua negara. Sebanyak 200 bom artileri ditembakkan pasukan Korea Utara yang dibalas sekitar 80 tembakan pasukan Korea Selatan. Akibat serangan, 15 pasukan Korea Selatan tewas. Banyak pihak menduga serangan akibat kesalnya Korea Utara setelah pasukan Korea Selatan bersama Amerika melakukan latihan perang yang berjarak 10 kilometer dari daratan Korea Utara. Surat kabar Korea Selatan, Munhwa Ilbo, menyatakan serangan telah direstui Kim yang merupakan komandan tertinggi militer.

29 November 2010
Wikileaks meluncurkan kabar kesehatan Kim. Kawat yang dikeluarkan sekitar Juni 2009 dari Kedubes Amerika di Singapura menyatakan Kim Jong-il tidak dalam kondisi sehat. Selanjutnya pada kawat bulan Juli 2009 dinyatakan Kim mengalami sakit gagal jantung.

8 November 2011
Kim Jong-il diisukan meninggal dunia. Isu kematian Kim membuat bursa saham dan mata uang Korea Selatan sempat melemah.

19 Desember 2011
Kim Jong-il dilaporkan televisi nasional meninggal pada 17 Desember 2011.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan, kematian Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Il akan menjadi titik perubahan bagi Korut.

Dalam pernyataannya, Hague mendesak putra Kim, Kim Jong Un yang saat ini menjadi Pemimpin Korut agar menyadari bahwa interaksi dengan komunitas internasional akan memberikan harapan baik bagi masyarakat Korut

Berita kematian Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Il membuat warga Korea Selatan (Korsel) seperti tersambar petir. Mereka takut kematian Kim akan menyebabkan peperangan di wilayah perbatasan.

"Saya tidak dapat mengatakan apa-apa, saya terkejut dan khawatir, berita tentang kematian Kim umumnya hanya berupa kabar burung," ujar warga Korsel Kwak Bo Ram, seperti diberitakan AFP, Senin (19/12/2011).

Comments :

0 komentar to “Kim Jong-il, Dear Leader Korea Utara Meninggal Dunia”

Poskan Komentar

Sering Dibaca

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers